Sekitar pukul 14.00 wita, Kamis
25 Juli 2013. The Gowa Center mengadakan kunjungan lapangan ke Kab. Takalar dengan
tiga tempat yang berbeda diantaranya Lembaga Abdi Masyarakat (LAM), Australian community
development and civil society strengthening scheme (ACCESS), dan Lembaga
pengembangan masyarakat Takalar (LPMT). Kunjungan ini rangkaian dari program
kerja TGC “ Desiminasi praktek baik ACCESS tahap II melalui website.
Tujuan mengadakan kegiatan kunjungan lapangan yaitu untuk
mengumpulkan informasi dan pendekumentasian praktek baik mitra ACCESS tahap II untuk
disebar dan dipublikasikan melalui website maupun buku.
Kantor pertama yang dikunjungi yaitu LAM yang ditemui
adalah bapak Baharuddin Daeng Jarung selaku coordinator program dan Abdul Hakim
menjelaskan beberapa poin penting mengenai pelestarian dan penyelamatan
lingkungan di lahan kritis dan perilaku hidup bersih komunitas pasar. Sehubungan
dengan program ini kader peduli lingkungan(KPL) 16 dari semua pasar: pasar
sentral, Palleko, Bulukunyi, Pattalassang, Tala-tala, Bonto lebang, pasar
cikoanag dsb, dan sudah ada support dari SKPD terkait. Kemudian menemui Bapak Mapparenta
Daeng Lili selaku ketua kelompok swadaya masyarakat (KSM), tepatnya di pasar
sentral Takalar.
Perjalanan dilanjut ke kantor ACCESS menemui
Syahribulan selaku project officer (PO) Takalar. Kembali menanyakan praktek
baik lembaga swadaya masyarakat (LSM) mitra ACCESS yang ada di Takalar, beberapa
diantaranya bu sari merekomendasikan untuk langsung turun kelapangan bertemu dengan yang
bersangkutan dan informasi penting lainnya akan dikirim melalui email.
Selanjutnya
perjalanan dilanjut ke LPMT yang beralamat Jl. Poros Takalar Lama, Kel.
Takalar,Kec. Mappakasunggu. Sesampai disana kantorpun tertutup, kantor LPMT
sekaligus rumah tempat tinggal keluarga Husain Mabe selaku direktur LPMT.
Beberapa menit kemudian Husain Mabe dan keluargapun datang, kemudian kita
dipersilahkan masuk kerumahnya. Tanpa panjang lebar perbincanganpun dimulai sehubungan
dengan program pelayanan publik prima untuk kesehatan yang partisipatif,
transparan, akuntabel menuju masyarakat yang kritis dan mandiri. Perubahan yang
terjadi dari sepuluh puskesmas yang didampingi LPMT diantaranya jam kerja, Perubahan
dari sisi pelayanan semua dari pukul 09.00 atau 10.00 menjadi pukul 0800,
pukul
13.00 tutup untuk rekap penggunaan obat.. Kedua mobil puskesmas sudah stand by sebelumnya
dibawa pulang kerumahnya dan layanan senyum sapa sudah berubah dan Sudah
terjalin hubungan antara pihak penyedia layanan dan dewan kesehatan (mengawal
pasien) dsb.
Setelah perbincangan selesai kamipun bergegas untuk
pulang, waktupun semakin sore. Dalam perjalanan pulang saatnya untuk berbuka
puasa dan kita berbuka puasa di warung makan nyingiru. Untuk kali ini tim TGC
yang ikut hanya tiga orang yaitu Darmawan Denassa, Hasmadani dan saya sendiri (Nurlina).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar